Jumat, 26 April 2013

PSIKOLOGI BELAJAR


A.     KARAKTERISTIK PERUBAHAN HASIL BELAJAR
Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik . ciri khas perubahan dalam belajar meliputi perubahan-perubahan yang bersifat :
1.      Intensional  (disengaja): perubahan yang terjadi karena dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktek yang dilakukan dengan sengaja dan disadari.
2.      Perubahan positif-aktif: perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat positif dan aktif. Positif artinya baik,bermanfaat,serta sesuai harapan. perubahan aktif artinya tidak terjadi dengan sendirinya seperti karenya proses kematangan,tetapi karena usaha siswa itu sendiri.
3.      Perubahan efektif –fungsional: perubahan yang timbul karana proses belajar bersifat efektif ,yaitu hasil guna. Artinya perubahan tersebut membawa pengaruh ,makna,dan manfaat bagi siswa. Perubahan bersifat fungsionaladalah ia relatif menetap dan setiap saat apabila dibutuhkan,perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan perubahan yang efektif dan fungsional biasanya bersifat dinamis dan mendorong timbulnya perubahan positif lainya.

B.      MANIFESTASI PERILAKU BELAJAR
Manifestasi atau perwujudan perilaku belajar biasanya lebih sering tampak dalam peruban-perubahan sebagai berikut:
1.      Manifestasi kebiasaan: Menurut Burgharat (1973) kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respons dengan menggunakan stimulasi yang berulang-ulang . dalam proses belajar,pembiasaan juga meliputi pengurangan perilaku yang tidak diperlukan. Karena proses pengurangan inilah muncul suatu pola bertingkah laku baru yang relatif menetap dan otomatis.
2.      Manifestasi ketrampilan: ketrampilan ialah kegiatan yang berhubungan dengan urat syaraf dan otot-otot yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah seperti menulis,mengetik,dan lain-lain. Meskipun sifatnya motorik ,namun ketrampilan memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi.
3.      Manifestasi  pengamatan: proses menerima,menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera seperti mata dan telinga. Pengalaman belajar siswa akan mampu mencapai pengamatan yang benar dan obyektif sebelum mencapai pengertian.
4.      Manfaat berfikir Asosiatif dan Daya ingat: Berfikir asosiatif adalah berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainya. Berfikir asosiasi merupakan proses pembentukan hubungan antara rangsangan dengan respons . Daya ingat merupakan perwujudan belajar, sebab merupakan unsur pokok dalam berfikir asosiatif.
5.      Manifestasi Berfikir Rasional dan Kritis: siswa yang berfikir rasional akan menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pernyataan “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why)

6.      Manifestasi  Sikap: pada prinsipnya sikap itu dapat kita anggap suatu kecenderungan siswa untuk bertindak dengan cara tertentu. Perwujudan perilaku belajar siswa akan ditandai dengan munculnya kecenderungan yang baru yang berubah (lebih maju dan lugas) terhadap suatu objek, tata nilai,peristiwa, dan sebagainya.
7.      Manifestasi Inhibsi: suatu upaya pengurangan atau pencegahan timbulnya suatu respons tertentu karena karena adanya proses respons lain yang sedang berlangsung (Reber, 1988) Dalam hal belajar Inhibsi adalah kesanggupan siswa untuk mengurangi  atau menghentikan  tindakan yang tidak perlu,lalu memilih melakukan tindakan lainnya yang  lebih baik dengan lingkungan sekitar.
8.      Manifestasi Apresiasi: Apresiasi sering diartikan sebagai penghargaan atau penilaian terhadap benda-benda baik abstrak maupun konkret yang memiliki nilai luhur. Apresiasi ditunjukan pada karya-karya seni budaya seperti,seni sastra,seni musik,seni lukis,drama, dan lain-lain.
9.      Manifestasi Tingkah Laku afektif: Adalah tingkah laku yang menyangkut keanekaragaman perasaan, seprti takut ,marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci,was-was, dan sebagainya

C.      RAGAM-RAGAM  BELAJAR
Jenis-Jenis belajar muncul dalam dunia pendidikan sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia yang juga bermacam-macam.
Jenis-Jenis belajar meliputi:
1.      Ragam abstrak: Belajar yang menggunakan cara-cara berfikir abstak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahanan dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata.
2.      Ragam ketrampilan: Belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yaitu yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot. Tujuannya adalah memperoleh dan menguasai kertrampilan jasmaniah tertentu.
3.      Ragam sosial: Belajar memahami masalah-masalah dan tehnik-tehnik untuk memecahkan masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah-masalah sosial seperti masalah keluarga, masalah persahabatan,  kelompok,dan masalah-masalah lain yang bersifat kelompok.
4.      Ragam pemecahan masalah: belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berfikir secara sistematis, logis, teratur, dan teliti. Tujuannya ialah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas, dan tuntas.
5.      Ragam Rasional: belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara logis dan sistematis (sesuai dengan akal sehat). Tujuannya adalah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep.

6.      Ragam Kebiasaan: proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras denga kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual).
7.      Ragam Apresiasi: belajar mempertimbangkan (judgment ) arti penting atau nilai suatu objek. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh dan mengembangkan kecakapan ranah rasa (affektive skills) yang dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu misalnya apresiasi sastra, apresiasi musik, dan sebagainya.
8.      Ragam Pengetahuan: belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya, misalnya dengan menggunakan alat-alat laboratorium dan penelitian lapangan.


KESIMPULAN
belajar itu mengacu kepada akibat-akibat yang ditimbulkan oleh pengalaman, baik secara langsung meupun simbolik, terhadap tingkahlaku berikutnya dan lebih luas lagi ada yang mengatakan bahwa belajar merupakan proses, kegiatan dan bukan hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, tetapi lebih luas dari itu dan bukan hanya penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Di antara ciri khas perubahan yang menjadi karakteristik prilaku belajar meliputi perubahan–perubahan yang bersifat: 1) intensional; 2) positif dan aktif; 3) efektif dan fungsional. Sedangkan Manifestasi perilaku belajar tampak dalam: 1) kebiasaan; 2) keterampilan; 3) pengamatan; 4) berfikir asosiatif; 5) berfikir rasional dan kritis; 6) sikap; 7) inhibisi; 9) tingkah laku afektif. Adapun Ragam Ragam belajar meliputi: 1) Belajar abstak; 2) Belajar keterampilan; 3) Belajar sosial; 4) Belajar pemecahan masalah; 5) Belajar rasional; 6) Belajar kebiasaan; 7) Belajar apresiasi; 8) Belajar pengetahuan. hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.

9 komentar: